Belakangan mulai ragu, apa yang sebenernya harus tia lakukan...
Nggak ada salahnya emang jatuh cinta, tapi perempuan butuh kepastian bukan?
Sejak postingan beberapa waktu lalu yang emang langsung dihapus, nggak tau apa alasannya dia nggak ingin membahasnya. Sama seperti waktu itu. Yah, mungkin tia bukanlah seorang penting yang berhak tau tentang dirinya ya. Tia nggak sepenting itu agar ia bisa berbagi. Kadang mikirin itu aja udah cukup bikin sedih ya.. Kesimpulannya ya tia bukan siapa - siapa.
Sempat berpikir, terus selama ini maksudnya dia apa? Apa tia yang bereaksi atau berprasangka berlebihan terhadap reaksi dia yang bener - bener aneh bagi tia. Apa itu cuma sekedar bahasa tubuh ingin cuma teman? Tia ga bener - bener bisa menebak isi pikiran dia. Super ga jelas..
Kemaren pas tia dicuekin, tia sempat su'uzhon gara2 seseorang yang belakangan iseng. Tapi kayaknya mungkin nggak ya. Karena sikapnya dia belakangan mulai mundur. Mundur dalam artian seolah kembali menarik garis yang ga boleh tia lewati lagi. Tia didiemin. Galau dong. Duh tia bener - bener ga tau harus gimana kemaren. Akhirnya dengan keberanian yang tersisa, nanyain. Di pikiran tia udah macem yang bakalan dia sampein, mulai dari ga usah ikut campur masalah dia atau ga boleh kepo.
Tia entah kenapa yakin ini bagian dari pengabulan doa Allah yang membantu tia untuk menjaga hati tia. Belum lagi banyak sekali kelemahan dia yang membuat tia bertanya - tanya lagi tentang menganggap dia jodoh yang Allah kirimkan untuk tia. Tia yang selalu memulai untuk menghubungi beliau, tapi sedikit pun dia ga pernah memulai untuk duluan menghubungi tia bahkan sekedar nanyain lagi sibuk atau ga. Sedih rasanya, mungkin tia menyukai orang yang salah lagi?
Bahasa tubuhnya slalu membuat tia merasa bahwa ia mungkin tertarik sama tia, tapi tia ga bener - bener yakin bahwa tia adalah orang yang ia sukai. Apalagi melihat perlakuan dia yang ke tia dingin banget, ga mencerminkan kalau dia adalah orang yang menyukai tia. Emang awal - awal dia bersikap seolah ingin dekat dengan tia, tapi belakangan dia ga begitu lagi. Entah mungkin bertepatan dengan seringnya dicengcengin sama guru yang ga suka tia deket dengan dia. Dia ga pernah membela tia pas tia dipojokkan, padahal secuek2nya tia butuh juga dibela saat itu.
Tia ga pernah mendeskripsikan bahasa pandangan dia, tia ga ngerti kenapa dia sering curi - curi pandang, tia ga ngerti kenapa dia sering tersenyum klo lagi isengin tia, tia ga ngerti kenapa cuma tia yang ga dia panggil 'mba', tia ga ngerti kenapa dia sibuk isengin tia, tia ga ngerti juga kenapa takdir selalu sering mendampingkan kita untuk hal - hal kecil semisal selera berpakaian yang sama atau Allah pun mengabulkan bahkan untuk doa yang tak sempat tia ucapkan jika berkaitan dengan dia. Beberapa kali ini terjadi. Gimana tia ga salah paham dan perasaan itu tumbuh, terlebih kadang ntah kenapa tia mungkin menyukai dia karna apa adanya dia. Tia hanya mencari sosok sesederhana dia untuk bisa memahami tia, tapi belakangan tia ga begitu yakin dengan pendapat tia. Tia lupa point terpenting yang belum tia pastikan, apa tia satu - satunya perempuan atau tia cuma sekedar pelarian yang ngebantuin tugas - tugas dia atau dia cuma ingin menjadi teman tia?
Tia ingin seperti perempuan lainnya merasakan dicintai dan mencinta, tia pun juga perempuan. Tapi tia sadar, takut Allah marah jika tia salah melangkah jadi bikin Allah cemburu dan marah. Tia pun ga mau sakit lagi sperti yang udah dilakukan dua orang sebelum ini. Tia seolah tak berharga... Apa kali ini tia juga ga akan dianggap? Setelah tia Allah buat deg - deg an untuk hal sederhana semisal bertemu dia, merasa tersipu ketika pandangan bertemu, dan merasa bahagia bahkan cuma sekedar melihat dirinya dari jauh.
Ya Allah, yaa muqollibal quluub..
Tia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menunggu hadirnya, tapi tia ingin bersamanya dalam ikatan yang halal. Ikatan yang Allah dan Rasulullah salallahu 'alaihi wasalam ridhoi. Tia ingin menyegerakan perintah Allah untuk menyempurnakan separuh agama tia. Jika memang dia adalah orang yang Allah dekatkan, dia adalah jodoh yang Allah coba kenalkan, dia yang padanya Allah jatuhkan hati tia, maka permudahkanlah yaa Rabb rasa ini berlabuh dalam ikatan pernikahan. Aamiin.
Mereka bilang agar tia berusaha untuk menyampaikan keinginan tia untuk menikah, tapi yaa Rabb.. Tia bener - bener takut menerima penolakan lagi. Mana tia ketemu beliau terus sampai tahun depan insyaaAllah. Tia ga sanggup menata hati tia dengan cepat klo ditolak lagi yaa Rabb. Sama orang yang pelarian aja, tia butuh waktu menahun untuk sembuh. Ini pun jarang ketemu. Apa jadinya kalo tia ketemu tiap hari. Ga sanggup tia..
Yaa Rabb.. Tuhan satu - satunya yang mengetahui segala isi hati.
Tia deg - deg an hanya terkenang sedikit aja dengan beliau, padahal selama ini tia ga pernah begini mau ke siapapun. Tia merasa malu ketika pandangan bertemu,padahal biasanya mau tatapan sama siapa aja tia ga ada takut - takutnya. Tia merasa bahagia hanya dengan menyadari dia ada di dekat tia atau tia bisa bertemu dengan beliau hari itu.
Inginnya..
Jika memang ga ada masa depan tia bersama beliau, mudah - mudahan Allah segera mengangkat perasaan ini segera agar tia bisa fokus lagi ke kerjaan tia. Tapi jika bener ada nama tia di masa depan dia, semoga Allah menggerakkan hatinya untuk segera melamar tia ke orang tua tia. Semudah Allah menutup jalan orang lain yang bukan jodoh tia, tia berharap semudah itu Allah menggerakkan, menuntunnya dan menguatkan hatinya untuk menikahi tia yaa Rabb.
Tia ga tau lagi harus gimana...
Nulis diary tengah malam berharap Allah memahami dan mengijabahi secepatnya.. Sebelum rasa tia hilang atau hati tia mati rasa lagi. Kemaren ada dapet notif dari seseorang yg tia anggap sebagai stalker. Belum lagi pas di kurung satu ruangan sama mas X waktu itu. Tia sadar tia harus cepat menikah, tapi tia ga ingin terburu - buru dan salah pilih. Tia tetep ingin Allah pilihkan yang terbaik teruntuk tia yang seperti ini.
Tia takut yaa Rabb..
Sedikit banyak tia pun berharap jika menikah bisa menenangkan perasaan gelisah dan takut tia digangguin ikhwan yaa Rabb..
Sedikit banyak tia berharap tia punya seseorang yang melindungi tia sebagai tangan kanan Allah dan papa, dan ia melakukannnya karna dia mencintai tia karna Allah..
Yaa Muqollibal Quluub..
Semoga Allah memberikan jawaban terbaik dari gundah hati tia, sekiranya takdir yang tia harapkan tak terwujud semoga Allah mendamaikan hati tia dan membuat tia ga putus asa. Tapi jika memang jodoh, semoga Allah segerakan kami untuk menikah yaa Raabb.. Aamiin.
Jika bener jodoh, tia berharap bisa memberitahu dia tentang tulisan ini. Tapi jika bukan, semoga ini bisa jadi pelajaran dan kenangan berharga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar