Seiring dengan perjalanan waktu yang berliku,
ku rasa waktu begitu menghimpitku,
menekan, menerjang tanpa ampun, bahkan menghempaskanku...
pada rasa yang terkadang sulit untuk ku definisikan sendiri...
Bersama bayang,
ku coba tuk tetap tersenyum,
menyimpan dan menyimpulkan sendiri semua rasa yang ku punya,
ada kalanya,
Rasa itu cukup hati ini yang memahami,
Jika sekiranya tak cukup mengganti,
Slalu ada waktu, tempat, dan ketersediaan yang ALLAH berikan untuk menangkapku...
Biarkan ALLAH...
Yang menyejukkan di kala hati ini panas karna amarah...
Sehingga diri ini bisa tetap tenang di kala ombak memecah karang...
Biarkan ALLAH...
Yang menguatkan langkahku di kala kaki ini tak sanggup lagi menopang tubuh tuk berjalan...
Sehingga ku tetap terlihat kuat walau langkah ini sudah terlalu goyah tuk berjalan...
Biarkan ALLAH...
Yang mendengarkan segala keluh kesah maupun suka duka ku,
ketika semua terkadang tak punya waktu tuk ku berbagi walau seraya mendengar suka ku,
sehingga hati ini selalu ikhlas...
sehingga hati ini selalu tidak sendiri...
sehingga air mata dan tawa ini selalu punya teman tuk berbagi,
walau hanya di sepertiga malam ku bertanya dan bercerita,
Itu sudah cukup bagiku...
Allah yang menguatkan,
Allah yang menyejukkan,
Allah yang selalu memelukku seraya tak pernah lelah mendengar keluh kesahku walau hanya keluh kesah tak berharga ketika ku sakit karna mengharapkan jiwa yang tidak ada...
Laa tahinuu wa laa tahzanu...
Innallaha ma ana...
Bengkulu, 25 April 2012
Langit Biru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar