Laman

Selasa, 01 Mei 2012

Matahariku

Andai aku punya cara tuk lupa,
ingin rasanya namau pertama ku tuliskan,
tapi hati selalu berkata 'jangan'..

smakin ku coba untuk lupa,
semakin terbayang wajah itu di depan mata seolah nyata...

Mungkin ia tak pernah tau,
Mungkin ia tak pernah menyadari,

Setiap kata yang ia ucapkan terutama tuk menghiburku,
saat ini menjadi duri dalam daging bagiku,
tak pernah ku menyangka,
semuanya kan menjadi seperti ini,

Mungkin ia tak pernah tau,
Mungkin ia tak pernah menyadari,

setiap perhatian yang ia berikan,
menjadikan ia satu yang membuat Ayah cemburu,
tak pernah ku mengira,
bahwa ku akan jatuh cinta...

Sekiranya di lahul mahfuz terukir namaku dan namanya,
ku berharap sekiranya,
ia yang pertama dan terakhir bagiku...

Tapi jikalau tidak,
Janji Allah kan nyata bagi setiap hambaNya...

2 komentar:

  1. mungkin.. ia pura-pura tak tahu..
    mungkin.. ia pura-pura tak menyadari..
    dalam diam ia melukismu..
    dalam diam ia menyapamu..

    jika saja titahNya sama dengan inginmu..
    ku kan pelukmu.. ku kan dekapmu..
    ku kan bahagia.. jika kau pun bahagia..
    duhai sahabatku..

    hanya beriring doa yang ku titipkan..
    lewat angin. lewat kicauan alam..
    agar inginmu tak sekedar impian belaka..

    BalasHapus
  2. Biarkan angin menyampaikan berita itu seraya mengajak ilalang bersama lewati suka itu...

    Tapi jikalau smua tak pernah ada...

    InsyaAllah janji Allah 'kan nyata..

    Tiada yg pernah sia2 ketika bergantung pada Nya...

    Walau sekiranya, rasa ini terkadang tak terbendung menahan kerinduan yang tak pernah ku sadari sebelumnya kan terjadi...

    BalasHapus